Ketua Komisi I DPRD Prabumulih Soroti Pemangkasan Rombel

Ketua Komisi I DPRD Kota Prabumulih 
Riza Ariansyah. SH

PRABUMULIH, - Pembatasan rombongan belajar (rombel) di sejumlah SD dan SMP negeri di Kota Prabumulih membuat puluhan calon siswa baru tak tertampung.

Di SDN 56 Prabumulih, misalnya, kuota penerimaan dipangkas dari 4 rombel menjadi 2 rombel pada tahun ajaran ini. Akibatnya, sejumlah calon siswa yang tinggal di sekitar sekolah tidak dapat diterima meski memenuhi syarat domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Ketua Komisi I DPRD Prabumulih Riza Ariansyah. SH, meminta Dinas Pendidikan segera mencari solusi. “Yang penting anak-anak tetap bisa sekolah,” kata dia, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurut Riza, jika Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) belum memberikan jalan keluar, DPRD bersama pemerintah kota siap turun tangan. Ia mengusulkan distribusi siswa ke sekolah lain sebagai langkah sementara.

Namun, opsi itu dinilai belum efektif. Sebagian orang tua enggan menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.

Riza juga mengusulkan pemberian subsidi bagi siswa yang masuk sekolah swasta, terutama dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. “Pelaksanaannya bisa oleh pemerintah kota, menyesuaikan kemampuan anggaran,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih A. Darmadi mengatakan pembatasan rombel dilakukan sesuai kapasitas ruang kelas. Kebijakan ini, kata dia, untuk menghindari sistem double shift.

“Kami menata agar ke depan tidak ada lagi sekolah dengan pembelajaran pagi dan siang,” kata Darmadi.

Ia memastikan pemerintah tetap menjamin akses pendidikan bagi seluruh anak. “Dipastikan anak-anak tetap bisa sekolah,” ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar