Ketua Fraksi Gerindra DPRD Prabumulih, Riza Ariansyah.
PRABUMULIH, – Pernyataan eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardyanto, yang melontarkan kritik keras kepada Presiden RI Prabowo Subianto, menuai respons dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Prabumulih. Fraksi Gerindra menilai kritik yang disampaikan telah melampaui batas kritik kebijakan dan mengarah pada serangan personal terhadap kepala negara.
Sikap tersebut disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Prabumulih, Riza Ariansyah, dalam konferensi pers yang digelar bersama pimpinan dan anggota Fraksi Gerindra DPRD Prabumulih di Ruang Fraksi Gerindra DPRD Prabumulih, Senin (15/6/2026).
Menurut Riza, Fraksi Gerindra menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari sistem demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap dijalankan dengan mengedepankan etika, adab, dan substansi.
“Kami tidak pernah membatasi ruang kritik terhadap pemerintah. Kritik merupakan bagian penting dari demokrasi. Tetapi kritik harus objektif, santun, dan disampaikan dengan adab. Jangan sampai berubah menjadi serangan terhadap pribadi seseorang,” ujar Riza.
Ia menilai sejumlah pernyataan yang disampaikan Tiyo tidak lagi berfokus pada evaluasi kebijakan pemerintah, melainkan telah mengarah pada pelabelan dan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Ketika ada penyebutan yang mengarah pada penghinaan dan pelabelan terhadap Presiden, itu bukan lagi kritik kebijakan. Itu sudah menyerang pribadi Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra,” katanya.
Riza menambahkan, kritik yang konstruktif seharusnya disertai data, argumentasi yang kuat, serta solusi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
“Kritik yang baik adalah kritik yang membangun dan memberikan jalan keluar. Kalau hanya menyerang, menghina, atau memberi label negatif kepada seseorang, itu tidak memberikan manfaat bagi demokrasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fraksi Gerindra Prabumulih juga mengajak masyarakat dan kalangan mahasiswa untuk aktif mengawasi pelaksanaan program pemerintah di lapangan. Menurutnya, pengawasan publik menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kalau ada temuan di lapangan, baik terkait dapur Makan Bergizi Gratis maupun penyaluran bantuan kepada masyarakat, laporkan melalui mekanisme yang ada. Pengawasan masyarakat sangat dibutuhkan agar program berjalan sesuai tujuan,” katanya.
Pernyataan Fraksi Gerindra Prabumulih ini muncul di tengah perdebatan publik mengenai batas antara kebebasan berekspresi dan etika dalam menyampaikan kritik di ruang demokrasi. Riza menegaskan, kritik merupakan hak setiap warga negara, namun harus tetap disampaikan secara proporsional dan berlandaskan fakta.
“Kami ingin demokrasi tetap sehat. Kritik boleh, bahkan harus. Tetapi jangan sampai kehilangan etika dan substansi,” tandasnya.


0 Komentar