PRABUMULIH, Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih kembali dipercaya menjadi salah satu wahana pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) untuk periode September 2026 hingga September 2027.
Para dokter internship berasal dari Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi, dan Universitas Muhammadiyah Palembang. Sebagian besar peserta juga berdomisili di Kota Prabumulih.
Selama menjalani program, para dokter akan memperoleh pengalaman praktik pelayanan kesehatan secara langsung di rumah sakit, sekaligus mengembangkan kompetensi klinis, komunikasi, kolaborasi, dan profesionalisme.
Direktur RS AR Bunda Prabumulih, dr. Harry Wahyudhy Utama, Sp.Rad., MARS, mengatakan penerimaan dokter internship merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung pengembangan kompetensi dokter sekaligus pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada RS AR Bunda Prabumulih sebagai salah satu wahana internship bagi para dokter. Kehadiran dokter internship diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi dinamika pelayanan kesehatan secara langsung di rumah sakit,” ujar dr. Harry.
Para dokter internship nantinya akan mendapat pendampingan dari dokter dan tenaga kesehatan berpengalaman selama menjalankan program. RS AR Bunda Prabumulih juga berkomitmen menyediakan lingkungan pembelajaran yang mendukung sesuai standar pelayanan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, S.Kom., M.M., menyampaikan ucapan selamat datang kepada para dokter internship yang akan menjalankan tugas di Kota Prabumulih.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Prabumulih kepada para dokter internship. Selamat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Franky.
Ia berharap para dokter dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan menjunjung tinggi etika profesi.
“Jadikan masa internship ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengabdi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Layani masyarakat dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, ketulusan, dan tetap menjunjung tinggi etika profesi,” katanya.
Menurut Franky, kolaborasi antara dokter internship, tenaga kesehatan, rumah sakit, dan pemerintah daerah penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Prabumulih.
Penerimaan dokter internship periode September 2026–September 2027 tersebut sekaligus memperkuat peran RS AR Bunda Prabumulih dalam mendukung pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian program dengan baik, memperoleh pengalaman klinis yang optimal, serta turut memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.




0 Komentar